Berhati-hatilah dengan Gbooksdownloader

Salah satu artikel blog gue yang paling sering dibaca oleh banyak orang adalah tentang cara download buku dari google books. Karena banyaknya yang antusias, gue mencoba mencari aplikasi lain yang bisa digunakan untuk mengunduh buku dari Google Books. Gue menemukan satu aplikasi, namanya Google Books Downloader. Dari keterangan di website pembuat aplikasi ini, aplikasi ini menawarkan kelebihan bisa menyimpan hasil unduhan dengan format PDF, JPEG atau PNG. Wah asik dong, karena aplikasi pada artikel gue sebelumnya hanya bisa menyimpan dalam format JPEG. Gue unduhlah lalu gue instal.

screenwhite

Gue mencoba untuk mengunduh satu buku dari Google Books. Aplikasi ini ternyata hanya bisa mengunduh buku yang ditandai sebagai “Full View” alias sama aja seperti aplikasi yang gue jelaskan sebelumnya. Namun fitur penyimpanan ke format PDFnya membuat gue tertarik. Gue unduh satu buku dan ga lama buku ini tersaji (emang makanan?) dalam bentuk PDF. Continue reading

Twiiter For Android Vs Twitter For Windows Mobile

Kalau kalian berpikir bahwa gue kurang kerjaan, mungkin setengahnya benar, setengahnya engga. Sudah lama gue twitteran dengan 2 gadget yang berbeda OSnya, satu menggunakan Windows Phone 8.1, satu lagi menggunakan Android (saat ini sudah gue update menjadi Android Kit-Kat). Meskipun berbeda OS, namun aplikasi yang gue gunakan sama, Official Twitter App (kurang kerjaan emang).

Setelah lama gue menggunakan aplikasi Twitter di kedua gadget berbeda OS ini, ternyata ada perbedaan, yang menurut gue, cukup menarik untuk dibahas. Oleh karena itu gue mencoba untuk membahasnya, tentu saja sebatas sepengetahuan gue saja. Lets cekidot.. Continue reading

Tanggapan Kecil dari Acara Sudut Pandang Metro TV Tentang JKT48

Hari ini gue menonton sudut pandang Metro TV yang membahas tentang JKT48. Pembahasannya menarik dan asik, dibanding beberapa acara tv terdahulu yang pernah membahas JKT48. Ada beberapa poin yang dibahas di sana, yang gue pikir emang bagus untuk di bahas. Gue sendiri ga akan bahasa tentang Golden Rules, karena gue juga ga tertarik untuk ngebahas itu.

1. Masuk JKT48 itu tidak ada paksaan

Direktur Dentsu Indonesia yang diwawancarai bilang, bahwa tidak ada paksaan untuk masuk JKT48. Ini merupakan poin yang tepat untuk meng-counter beberapa kejadian lalu. Masuk JKT48 tidak dipaksa, bahkan para pendaftar dengan rela untuk mendaftar dan menjalani masa audisi dengan sukarela. Waktu wawancara itu juga di beberkan bahwa, mereka (manajemen) mendidik mereka untuk menjadi sesuatu. Kunci di sini adalah Didikan.

Didikan yang dibawa oleh JKT48 adalah konsep pendidikan di Jepang, salah satunya adalah Disiplin. Sudah jadi rahasia umum kalau disiplin bangsa Jepang memang kuat. Nah ini yang menjadi semacam sandungan untuk beberapa orang Indonesia. Setau gue, latihan di JKT48 memang ketat dan keras. Latihan tiap hari (meskipun belum tentu perform), harus rela setelah pulang sekolah (kuliah) langsung berlatih. Cuman, kalau menurut gue, agak over sih. Kadang kasian ngeliat member pulang latihan tengah malam. Tapi kembali lagi ke poin atas, masuk JKT48 itu ga dipaksa. Ga kuat? kamu tau apa yang harus dilakukan. Continue reading

Toolwiz Time Freeze 2015, Aplikasi Alternatif Dari Deep Freeze

Sewaktu gue masih kuliah dulu, sebuah warnet langganan gue menggunakan sebuah program “system freeze” untuk melindungi komputernya dari orang iseng. Nama program tersebut adalah Deep Freeze. System Freeze sendiri ada sebuah istilah untuk membekukan sistem komputer dengan cara membuat sebuah system images lalu akan mengembalikan sistem ke kondisi semula (saat dibuat system images) ketika komputer di restart.

Teknik ini sering digunakan oleh banyak warnet untuk melindungi komputer mereka dari orang-orang iseng, misalnya menginstal aplikasi, menaruh file bervirus, mengutak-atik konfigurasi sistem, dsb.

Nah, ketika gue membaca salah satu website teknologi kesukaan gue, mereka membahas alternatif dari Deep Freeze, salah satunya adalah Toolwiz Time Freeze 2015. Aplikasi ini mempunyai fungsi yang sama dengan Deep Freeze, namun gratis. Continue reading

Pindahan Hosting

Setelah sekian lama blog ini kembali tidak terurus dan juga berhubung ternyata gue iseng-iseng pesen hostingan, akhirnya pindahlah blog ini, dari blogger menjadi self-hosting wordpress. Semoga saja blog ini bisa keurus lagi. Dikarenakan adanya perpindahan platform blog, maka ada banyak post yang tampilannya tidak teratur. Secara perlahan nanti akan gue beresin. Mohon maaf atas gangguan kenyamannya.

Oya mumpung masih awal tahun, gue mau mengucapkan selamat tahun baru untuk kita semua. Semoga di tahun yang baru ini kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.