Black Hawk Down Versi Film Dokumenter

Pernah nonton film Black Hawk Down? film yang bercerita tentang upaya pembebasan tentara AS yang tergabung dalam pasukan PBB dari penyanderaan pembrontak di Somalia. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi di tahun 1993.

Nah, kalau kamu tertarik dengan film ini namun meragukan keakuratan film Black Hawk Down versi sinema ini, kamu bisa menonton versi dokumentarinya loh.

Gue menemukan setidaknya 2 film dokumenter tentang peristiwa Black Hawk Down yang sebenarnya secuil peristiwa yang terjadi dalam Battle of Mogadishu pada tahun 1993. 1 film dokumenter dari natgeo, 1 lagi gue ga tau siapa pembuatnya.

Kalau kalian tertarik, kalian bisa nonton film dokumenter tersebut bawah ini.

 

Selamat menikmati film tersebut.

Berpetualang di Kuala Lumpur: Day 1

Setelah menempuh perjalanan hampir selama 2 jam, akhirnya pesawat mendarat di KLIA 2. Di bandara ini ada yang jualan kartu perdana murah loh. Gue sendiri membeli kartu perdana seharga RM 25 dan mendapatkan 2 GB data serta pulsa RM 5. Kartu perdana gue tersebut ternyata punyanya operator Maxis, dimana punya sodara di Indonesia yaitu AXIS.

Cara ngedapetin kartu perdana juga gampang kok. Cukup serahin passport aja ke penjaga booth untuk di daftarkan ke operator telekomunikasi yang kalian pilih. Saran gue sih kalo kalian main ke Kuala Lumpur dan butuh koneksi internet, beli kartu perdana aja daripada aktifin roaming. Terkecuali kalo kalian emang orang yang sibuk kerjaan.

Tujuan pertama tempat wisata yang ingin dikunjungi adalah Batu Caves. Gue ga tau Batu Caves ini apa. Gue sama sekali buta tentang tempat wisata di Kuala Lumpur, buta situasi dan kondisi di sana.

Dari KLIA2, rombongan gue naik kereta (macam kereta bandara kualanamu) ke KL Center. KL Center ini semacam terminal terpadu (CMIIW) kereta di Kuala Lumpur. Dari KL Center, rombongan gue menuju ke Batu Caves menggunakan Kereta komuter (Gue akan menulis pengalaman naik komuneter ini di postingan terpisah). Continue reading

Berpetualang di Kuala Lumpur: Pre-departure

Kalau rejeki pasti ga kemana-mana. Itulah hal yang terjadi dengan gue. Sudah lama ingin ngeblog tentang jalan-jalan, eh dapet rejeki jalan-jalan ke luar negeri, tepatnya ke Kuala Lumpur. Petualangan gue disana selama 3 hari dan akan gue tulis di blog ini, bakal ada banyak postingan, hehehe.

Petualangan ini gue mulai dari sebelum keberangkatan di mulai. Pesawat yang bakal gue tumpangi terbang jam 6 pagi dan minimal gue harus siap di bandara minimal jam 4. Gue pun memutuskan untuk menginap saja di bandara.

Gue sampai di bandara Soeta terminal 2 sekitar jam 10an malam. Bandara penuh dengan orang (yaiyalah kalo sepi itu kuburan). Lebih tepatnya ramai dengan orang yang ingin pergi umroh dan para pengantarnya. Rieuh dah. Gue mencari-cari tempat untuk rebahan dan untungnya dapet.

Cukup unik melihat para pengantar orang yang ingin umroh ini, seperti layaknya wisata. Ada yang bawa termos air sampe rice cooker. Mungkin sambil nunggu, mereka makan-makan di bandara.

Terminal 2 baru lumayan sepi sekitar jam 11.30 malam. Para orang yang pergi umroh sudah banyak yang berangkat. Pengantarnya juga sudah pada pulang. Kondisi sudah sepi, dan kursi-kursi sudah mulai kosong. Gue segera mengincar satu deretan kursi panjang dan rebahan. Ada banyak orang yang sama kayak gue, menginap di bandara. Mulai dari orang lokal hingga orang interkolak a.k.a orang asing.

Gue lumayan bisa tidur walaupun sering bangun karena suara pengumuman. Tidur ayam istilahnya walaupun sebenarnya lebih tepatnya tidur sapi. Saat seperti gue malah kangen dedeklucuk. Damn you my brain. Continue reading