May 2013

Pernah denger Chrome Abberation? ini bukan nama browser buatan Google, Tapi Chrome Abberation adalah sebuah ‘masalah’ yang biasa dialami di dunia photography. Sejenis kuman apakah Chrome Abberation itu?
Secara Singkatnya, Chrome Abberation (bisa juga disebut Chromatic Abberation dan disingkat CA) itu adalah sebuah distorsi yang disebabkan oleh kegagalan lensa untuk memfokuskan semua warna ke tempat yang sama. Hal ini disebabkan karena lensa memiliki titik bias yang berbeda untuk spektrum cahaya yang berbeda. Chromatic abberation biasnaya muncul sebagai ‘warna lain’ yang terletak pinggiran objek foto, terutama untuk foto yang memilik perbedaan gelap dan terang cukup besar.
Bingung? simpelnya adalah CA itu adalah kelainan pada foto yang biasanya muncul sebagai warna aneh (warna yang tidak seharusnya) dipinggiran objek. Berikut contoh CA:
Kalo kamu liat, di pinggiran warna putih ada warna merah, dimana seharusnya itu adalah warna putih pastel.
Chromatic Abberation ini biasanya muncul di lensa-lensa kelas value, terutama untuk lensa sapujagat (wide to tele). Jadi lensa-lensa L yang harganya bisa mencapai motor kawasaki Ninja itu bukanlah semata-mata karena Produsen Lensa maruk uang :D. 
Namun jangan kuatir, CA ini bisa kok diminimalisasi (bahkan dikurangi) dengan berbagai software, terutama sofwate bawaan Kamera. Namun, kali ini gue ingin memberikan tutorial melalui photoshop. Caranya adalah:
0. Loh kok 0? ini langkah sebelum ke langkah 1 dulu :p. Teknik yang kita gunakan ini menggunakan fitur Lens Correction yang disupply oleh Adobe RAW. jadi, pastikan bahwa kamu udah instal Adobe RAW terbaru untuk Photoshop kamu. Tutorial ini menggunakan Adobe Photoshop CS5 dan Adobe RAW 6.5. Lens Correction akan optimal jika menggunakan kamu menggunakan format RAW, jika kamu menggunakan format jpeg, jangan kuatir, biasa diakalin kok.

Oya, setelah mencoba fitur Photoshop CS6 dan Photoshop CS5 (versi update) ternyata fitur Lens Correction sudah ada di menu filter. Jadi kalo kamu ada fitur ini di filter, langsung ke langkah 3.

1. Buka file kamu, maka akan muncul Adobe Camera RAW. Untuk file jpeg, kamu bisa memilih File > Open As. Pada bagian Open As (dibawah filename), pilih Camera RAW. Lalu pilih file yang ingin di edit, trus klik Open. Maka akan muncul Adobe Camera RAW.
2. Cari fitur Lens Corrections. Letaknya di bawah Histogram, dicari yah sendiri :p.

3. Udah ketemu fiturnya? sekarang ada 2 pilihan,:

Automatic Configuration
3.1. Pilih Profile. Centang Enable Lens Profile Corrections.
3.2. Pada Setup, pilih default. Kalo lensa kamu kebaca, maka dibagian Lens Profile akan terlihat merk dan tipe lensa kamu
3.3. Pada Correction Amount, Pilih Chromatic Abberation, lalu geser slider. Sesuaikan hingga CA pada foto berkurang/hilang
3.4. Jika sudah, Open Image.

Jika Lens Profile kamu tidak kebaca, maka kamu harus melakukan perbaikan manual

Manual Configuration
3.5. Pilih Manual
3.6. pada Chromatic Abberation, ada 2 tipe pilihan. Aturlah masing-masing pilihan hingga CA pada foto berkurang/hilang
3.7. Pada defringe, pilihlah All Edges.
3.8. Jika sudah, klik Open Image.

Nah, sekarang Chromatic Abberation pada foto kamu sudah berkurang atau bahkan hilang :D.

Selamat mencoba 

Salah satu hal yang wajib diketahui olah para pemula fotografi adalah pemilihan format file yang akan digunakan untuk foto yang dihasilkan. Umumnya, ada dua 2 format file gambar yang didukung oleh banyak produsen kamera, format JPEG dan format RAW. Nah, kali ini gue pengen ngebuat sedikit pembahasan tentang keduanya. So, cekidot yah 🙂
Format RAW
format RAW itu bisa dibilang format ‘mentah’. Kenapa? karena semua informasi dari kamera disimpan di file RAW. Kamu juga tidak bisa mengimplementasikan picture style ke format ini (kecuali kalo kamu menggunakan software bawaan produsen kamera). Ciri khas file RAW adalah ukuran filenya yang besar (karena tidak mengalami kompresi), warna yang apa adanya, dan membutuhkan software khusus untuk membukanya. Format RAW ini berbeda tiap produsen kamera dan tidak kompatibel, jadi jangan berharap program DPPnya Canon bisa membuka file RAWnya Nikon.

Format RAW sangat cocok untuk pemotretan Landscape/Nature. Kamu bisa menaik-turunkan contrast, brightness, saturasi, sesuka hati tanpa kuatir akan ‘merusak’ kualitas foto. Kamu bahkan bisa mengganti White Balance foto kamu di mode RAW. Mode RAW kurang cocok untuk event & sport, dikarenakan tidak bisa leluasa untuk ‘ngebrust’ sehingga bisa mengakibatkan kamu kehilangan momen (karena semua informasi disimpan, maka file yang dihasilkan besar dan membuat kamera lebih lama menyimpan data sehingga mengurangi kemampuan untuk mengambil foto dengan sangat cepat).
Karena formatnya yang khusus, tidak semua aplikasi Image Editor bisa digunakan untuk mengedit foto berformat RAW. Selain aplikasi bawaan produsen kamera, Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom bisa digunakan. Atau kalau kamu pengguna Linux, kamu bisa menggunakan GIMP yang udah ditambah plugin uRAW. Selain itu masih ada aplikasi seperti RAWTherappe, dxo optics pro, dsb
Format JPEG
Format JPEG merupakan format standar untuk gambar, baik di dunia komputer maupun fotografi. Format ini sangat populer, terutama karena kompabilitasnya yang sangat luas, ukurannya yang tidak terlalu besar sehingga cocok disemua perangkat elektronik (yang bisa menampilkan gambar :D). Kelemahan format ini adalah adanya ‘penurunan’ kualitas foto (karena mengalami kompresi data) dan juga tidak terluasa untuk editing.
Format RAW sangat cocok digunakan untuk pemotretan Event dan Sport. Karena sifatnya ‘ringan’ (cepat disimpan ke memory card) membuat kamu bisa ‘ngebrust’ sehingga ga perlu takut kehilangan momen. Kamu juga ga perlu menghabiskan waktu hanya untuk mengubah format file ini, karena format JPEG merupakan format standar untuk gambar.
Karena format ini sangat populer, kamu bisa menggunakan semua aplikasi Image Editor untuk mengedit foto berformat JPEG. Mulai dari MS Paint hingga Adobe Photoshop bisa digunakan. Oya, walaupun format JPEG tidak sedetail format RAW, namun secara kasat mata, tidak terlihat perbedaannya. Para produsen kamera juga telah mengimplementasikan berbagai macam algoritma sehingga hasil foto format JPEG bisa menyangingi format RAW.
Nah, sekarang udah tau kan mau menggunakan format apa untuk foto kamu? 😀