Youtube GO adalah aplikasi Youtube buatan Google khusus untuk negara berkembang supaya bisa nonton Youtube dengan keadaan internet yang seadanya. Salah satu fitur andalan Youtube GO adalah fitur menyimpan video. Fitur simpan video (secara legal) ini lumayan berguna buat gue, so gue mencoba untuk mengunduh aplikasi ini.

Saat menjalankan aplikasi untuk pertama kali, Youtube GO meminta nomor handpone. Loh kok butuh nomor handphone? Gue pun mencoba untuk memasukan nomor HP gue dan klik next. Langkah berikutnya adalah menautkan nomor HP ke email. What? Ok, gue cukup kan sampai disini. Langkah memasukan nomor handphone ini tidak bisa di lewati, dan gue pun uninstall Youtube GO.

meminta nomor handphone

meminta untuk menautkan nomor handphone ke email

Menghubungkan nomor handphone dengan email di layanan online dengan tujuan “people who have this number can connect with you” adalah hal yang aneh. Buat apa? Kalo untuk tujuan autentikasi seperti two-factor authentication sih masih bisa gue pahami. Akun facebook gue aja ga gue masukin nomor handphone.

Gue tipe orang yang mikir buruknya dahulu baru baiknya kemudian. Apa jadinya kalo rekan kerja gue temenan sama gue di Youtube dan tau kalo gue sering nonton video dedek2 luvchu macam ponytail to shushunya AKB48? eerrr, ga kebayang deh.

So, thanks to om Google, until you fix this ‘stupid thing’, i’ll stay to use the normal Youtube.

Beberapa minggu ini gue sedang sibuk mencari layanan backup online untuk tempat penyimpanan foto-foto gue. Ukuran total foto gue kurang lebih 180 GB. Gue memilih online backup karena hard disk gue mulai bunyi-bunyi dan gue belum mampu membeli hard disk baru.

Mencari layanan backup online yang mendukung Linux cukup susah, karena sangat jarang yang menyediakan aplikasi untuk Linux. Selain itu, layanan backup online cukup mahal (buat gue), beberapa layanan rata-rata mematok harga mulai $5 per bulan, dimana 70,000/bulan = 840,000/tahun, sama aja beli hard disk baru.

Akhirnya gue memilih layanan Cloud Archive dari Online.net, yaitu C14. C14 ini lebih ke cloud cold storage daripada cloud backup dimana proses backup/restore data lebih ribet daripada cloud backup yang menawarkan kemudahan backup/restore.

Kelebihan C14 buat gue adalah harganya yang murah dan gue bisa memilih kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan gue. Gue memilih kapasitas 200GB dan itu hanya memakan biaya 1 euro per bulan. Edan kan?. C14 mendukung transfer data melalui scp/ftp dimana gue bisa melakukan transfer baik dari Windows maupun Linux dan tidak ada batasan device.

Seperti yang gue bilang di atas, menggunakan Cloud Archive seperti C14 tidak mudah. Ada beberapa proses yang harus dilakukan dan gue ga bisa sesuka hati unggah/unduh file ke C14. Proses yang harus gue jalanin seperti berikut:

Untuk menyimpan data, gue harus mengesktrak dulu arsip yang ada di Online.net (jika sudah ada arsip) ke folder sementara (temporary folder). Lalu gue melakukan transfer data lewat scp/ftp ke folder sementara yang disediakan Online.net, dan jika sudah selesai maka gue harus mengarsipkan kembali arsip (proses pengarsipan kembali otomatis dilakukan dalam 7 hari). Untuk mengunduh data prosesnya juga hampir sama. Gue ekstak dulu arsip, lalu unduh data dari folder sementara (temporary folder). Proses ekstrak dan pengarsipan dilakukan otomatis oleh sistem, gue cukup meminta sistem untuk melakukannya.

Untuk orang awam, proses ini mungkin agak sulit untuk dilakukan, dan juga prosesnya ribet. Namun buat gue, biaya sewa yang murah lebih berarti daripada keribetan proses. Lagipula gue hanya menggunakan untuk backup file tertentu dan bukan backup sistem. Untuk masalah keamanan data, Online.net memberikan garansi yang cukup memuaskan buat gue, dimana mereka memberi garansi SLA 99,99% dan enkripsi data.

Tertarik menggunakan layanan C14 dari Online.net?