Start-up komputer lemot? cek antivirus

Beberapa minggu ini gue cukup kesel kalo menunggu komputer selesai start-up. Bootingnya sih cepet, tapi pas udah masuk ke Windowsnya baru kerasa lama. Cukup menjengkelkan, karna jadi kayak kompi tahun 1990an, dimana ketika nyalain komputer, gw masih bisa seduh teh dan mie instant dulu :D. Lebih parahnya lagi, udah lama, ga responsif lagi.

Pertama kali dibenak gw adalah pasti item-item di yang di-load pada start-up banyak, ternyata engga juga. Hanya ada 3-4 item. Gue akhirnya melakukan prosedur bersih-bersih komputer dan ternyata, masih tetep itu ‘penyakit’ ada. Akhirnya gw coba cek Task Manager ketika kompi baru start-up dan ternyata mengejutkan. Antivirus yang gw pake memakan memori hingga 200mb dan CPU usage mencapai 50%. Pantes!!

Ternyata si Antivirus sedang melakukan update, dan proses updatenya itu menyebalkan. Masa file setup ikut-ikutan running? hadehh, seharusnya yang running itu cuman aplikasi updatenya aja. Tampaknya beberapa aplikasi Antivirus menyertakan aplikasi updatenya langsung ke file setup. Entahlah. Tapi yang pasti menyebalkan..
Akhirnya gue rubah aja setingannya updatenya. Gue ubah dari Automatic menjadi ‘Ask when an update is avaliable‘. Setelah gw ganti, kompi gue sekarang lebih cepat start-up Windowsnya. hampir beda 2 menit! Ajigile.
Nah, buat kalian yang juga mengalami hal (start-up Windows lama), coba aja cek antivirus kalian. Ubah aja pilihan updatenya. Kalo ga ada pilihan ‘Ask bla bla bla’ pilih aja ‘manual update‘. Beresiko? Engga juga. Antivirus sekarang sudah sangat bawel kalo antivirus kita ga up-to-date, jadi kamu bakal dikasih tau sama si antivirus kalo kamu diharuskan update. Annoying? tergantung sih. Tapi ini lebih baik dibanding harus menunggu start-up lama.

[E-book] The United States and Vietnam 1787-1941

Hari ini hasil iseng-iseng gw di google adalah sebuah ebook berjudul The United States and Vietnam 1787-1941.
Buku yang ditulis oleh Robert Hopkins Miller ini bercerita tentang sejarah hubungan Amerika Serikat dengan Vietnam mulai dari tahun 1787. Mulai dari keinginan Thomas Jefferson yang berkeinginan untuk mendapatkan benih padi dari vietnam hingga kebijakan ekspansi jepang di awal 1941-an
buat yang suka baca buku sejarah, bisa unduh ebook ini di sini

Mengenal Permasalahan Konsumen dalam Internet Mobile Broadband di Indonesia

beberapa bulan belakangan ini banyak provider telekomunikasi berpromosi tentang layanan internet mereka. Mereka menjanjikan kecepatan yang tinggi, tidak lemot, dan hal ini yang menjadi andalan mereka untuk menggaet pelanggan. Namun banyak dari pelanggan merasa kecewa, terutama karena setelah menggunakan layanan internet provider tertentu, para pelanggan merasa tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Kebanyakan dari para pelanggan yang kecewa mengeluhkan akan kecepatan internet yang tidak sesuai promosi (a.k.a internetnya lemot) dan susahnya koneksi internet.
Nah, dalam tulisan ini gw mau mencoba memberikan sebuah penjelasan tentang penyebab-penyebab masalah yang biasanya dialami oleh pengguna internet mobile broadband yang telah dijabarkan diatas. so, cekidot ya 😀

Salah satu Senjata ampuh para provider mobile broadband adalah besarnya kecepatan koneksi yang ditawarkan. Saat ini kecepatan internet mobile broadband di Indonesia sudah mencapai teknologi 3,5G (untuk GSM) dan EVDO Rev B (untuk CDMA). Beberapa operator dengan bangga memasang angka besar seperi 7,2 mbps dalam promo-promo yang mereka tawarkan.

Nah, disini sebuah salah kaprah terjadi. Banyak pengguna awam yang menyangka bahwa kecepatan internet  seperti 7,2 mbps itu adalah 7,2 mb setiap detik. Tentu dengan kecepatan seperti itu, para pengguna akan berpikir ‘wah internet gw cepet nih, pasti tokcer’. Padahal, Kenyataannya tidaklah seperti itu.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita akan mendefinisikan tentang apa itu mbps. mbps itu adalah singkatan mega bit per second, dan dalam hal ini, bps (bit per second) menjadi ukuran kecepatan dalam dunia Internet. 1 mbps berarti kecepatan internetnya adalah 1000.000 bit per seconds. Terlihat besar bukan? sayangnya ada perbedaan antara ukuran kecepatan internet dan ukuran data dalam dunia komputer. Dalam ukuran data komputer, besarnya data dilambangkan dengan byte (byta). 1 byte adalah 8 bit. Jadi secara teoritis, 1000.000 bit itu sekitar 125.000 byte atau 123 Kb atau 0,123 Mb. Nah terlihat perbedaannya kan? Jadi 1 mbps itu bisa mendownload data secepat 0,123 Mb/seconds, bukan 1mbps bisa mendownload secepat 1Mb/seconds.
Nah inilah salah satu penyebab terjadinya ‘salah kaprah’ antara pelanggan dan provider. Perbedaan inilah yang menyebabkan kecepatan internet anda tidaklah seperti yang ada dalam benak anda. Apakah provider menipu? jawabannya tidak. Karena apa yang mereka promosikan sesuai dengan standar internasional yang berlaku (dalam hal ini kecepatan internet). Ketidaktahuan konsumen lah yang menyebabkan ‘salah kaprah’ terjadi.

Namun anda jangan senang dulu, masih ada 4 lagi faktor penyebab lainnya yang menyebabkan ‘tragedi internet mobile broadband‘. Antara lain:

1. Faktor ‘Up To’

Kecepatan Internet yang ditawarkan oleh provider pasti akan selalu dikasih keterangan ‘Up To’ alias ‘sampai dengan’. Jadi Kalo ditulis Up To 1mbps adalah kecepatan internet yang anda terima maksimalnya 1mbps dan bisa jadi anda tidak mendapatkan kecepatan maksimal. Loh penipuan dong? tidak juga. Karena ada embel-embel Up To, pihak provider menyatakan bahwa ‘kecepatan internet gw kira-kira maksimal sekian mbps lah, tapi bukan berarti segitu terus yaa’.

2. Shared Connection

Internet mobile broadband yang ada dan berlaku di Indonesia (dan mungkin juga di dunia) menganut konsep shared Connection. Jadi misalkan ada provider yang menyatakan kecepatan mereka 1mbps, berarti anda akan berbagi koneksi internet sebesar 1mbps dengan pengguna yang lain. Bah, sudah kecil, dishare pula? alamak. Mungkin begitu kira-kira dipikiran anda, namun jangan salah. Hal ini memang berlaku umum di dunia Internet. Mau ga dishare? yah langganan dedicate connection yang harganya mencapai puluhan juta per bulan 😀

3. Ketersedian Jaringan. 

Saat ini banyak provider yang mengklaim bahwa jaringan mereka telah mengadopsi teknologi terkini di seluruh Indonesia. Pada kenyataannya tidaklah semanis seperti yang dikatakan. Memang, beberapa provider punya banyak BTS-BTS yang terletak hingga tiap-tiap kecamatan (mungkin yaa :D). Namun tidak semua BTS tersebut mendukung teknologi terkini. Bisa jadi dalam 1 kecamatan hanya ada 1 BTS saja yang mendukung teknologi terkini seperti 3,5G atau EVDO Rev A/B. Hal ini yang bisa menyebabkan jaringan penuh dan imbasnya adalah anda tidak bisa secara maksimal menggunakan jaringan tersebut.

Karena ketersedian jaringan inilah yang bisa menyebabkan teman anda di kota A bisa mendapatkan 3,5G, sedangkan anda di kota B hanya mendapatkan EDGE saja. Tentunya dengan tidak adanya ketersediaan jaringan, anda sudah tak mungkin mendapatkan kecepatan internet yang ‘maksimal’.

4. Rush Hour (Jam Sibuk)

Jaringan telekomunikasi hampir sama dengan jalan raya. Pada jam sibuk, jalan raya akan macet, dan pada jam tidak sibuk, jalan raya akan lenggang. Begitu pula dengan jaringan komunikasi (dan tentunya mobile broadband).

Jam sibuk penggunaan internet mobile broadband biasanya antara jam 08.00 – 21.00. Di saat ini biasanya para pengguna akan kesulitan dalam mengakses internet, koneksi internet yang lemot, dsb

Nah itulah beberapa faktor yang menyebabkan mengapa anda tidak mendapatkan layanan internet ‘sesuai dengan promosi provider’. Semoga bisa membantu 🙂