June 2015

Berawal dari keisengan temen gue yang sedang mencoba telepon lewat Whatsapp, gue pun mencoba untuk membuat sebuah riset kecil-kecilan lagi. Kali ini gue mau bikin penelitian tentang, mahalan mana, telepon dengan cara tradisional atau telepon lewat Internet? (atau lebih dikenal dengan istilah VOIP, Voice Over Internet Protocol). Pernah dengar VOIP? kalau belum, ayo kenalan dulu.

VOIP adalah sebuah teknologi dimana kita bisa mengirimkan suara lewat Internet. Teknologi VOIP sudah cukup lama dikembangkan, di Indonesia sendiri pada awal 2000an sudah ada beberapa anak bangsa yang mencoba mengembangkan teknologi ini sebagai alternatif untuk komunikasi suara. Kalau bicara VOIP, mungkin akan banyak orang menyebutkan Skype. Yap, Skype merupakan sebuah perusahaan yang terkenal karena menyediakan layanan VOIP. Kini layanan VOIP sudah berjibun, bahkan aplikasi chat pun sudah memasukan fitur ini ke dalam aplikasi.

Berawal dari sebuah berita di Detik, dimana seorang petinggi salah satu operator seluler berkata, bahwa Internet di Korea Selatan lebih mahal dari Indonesia, gue pun tertarik untuk membuat sedikit riset kecil-tanpa-metodeologi-dan-berbasiskan-mbah-google. Riset yang gue lakukan cukup simple, kalo paket internet “A” di Indonesia itu sekian rupiah, berapakah harga untuk paket yang sama di Korea Selatan. Memang agak bias membandingkan antara paket internet hanya berdasarkan “paket” saja tanpa memikirkan perbedaan teknologi, geografis, de el el. Yah gpp lah, toh ini hanya just for fun aja 🙂

Gue sejatinya sampai saat ini merupakan pengguna Mobile Internet (mahal euy kalau langganan Internet kabel), maka gue mencoba mencari perbandingan mobile Internet antara di Indonesia dan Korea Selatan. Pada awalnya agak susah buat gue untuk menemukan informasi paket Mobile Internet di Korea Selatan, entah karena kata kunci yang gue gunakan salah, atau memang sistem mereka berbeda dengan Indonesia.

Sejauh yang gue dapatkan berdasarkan pencarian gue, Internet Korea Selatan itu udah Broadband dan juga sudah mencapai 5G!. Ajigile, di Indonesia aja 4G baru muncul. Namun akhirnya, gue menemukan sebuah info yang cukup berarti buat gue.