February 2015

Gue lagi kesel dengan layanan internet Bolt kali ini. Kesel karena kebijakan paket internet mereka yang terbaru terasa tidak begitu bermanfaat buat gue. Gue menggunakan layanan Bolt sebagai provider internet sudah cukup lama. Pertama kali gue menggunakan Bolt, waktu itu masih jamannya uang 100 ribu bisa untuk beli paket internet 10 giga. Buat gue (saat itu) bandwidth 10 giga itu udah besar banget, bahkan sering ga kepake setengahnya. Lama berselang, Bolt mengubah tarif paket internetnya, di bagi menjadi pulsa utama, dan pulsa bonus. Perubahan ini sempat di protes oleh pengguna, dan akhirnya Bolt mengubah sedikit kebijakannya, dimana pulsa bonus diperpanjang masa aktifnya.

Bolt kembali mengubah kebijakan paketnya pada bulan februari ini, dengan istilah paket donting. Asli, gue saat mendapat info ini ga ‘ngeh’ akan paket ini. Gue pikir, ah paling paket internet alternatif, namun ternyata bukan. Paket donting ini memberikan paket bonus namun dapat di nikmati mulai dari jam 1 pagi hingga jam 8 pagi. Hal ini baru gue sadari ketika gue merasa paket internet gue sudah habis, padahal setau gue, harusnya masih ada. Ketika gue cek riwayat pemakaian, baru ketahuan, kalo ternyata paket bonus gue masih ada, namun pulsa utama gue sudah habis!!

Merasa kenal dengan kata Timbuktu? kalau kamu sering membaca komik donal bebek, maka aku kenal dengan kata ini. Timbuktu merupakan sebuah kota di Afrika barat yang pernah menjadi sebuah cerita dalam komik Donal Bebek yang berjudul Treasure of Timbuktu. Dalam komik tersebut diceritakan bahwa kota tersebut memiliki banyak harta karun.

Kota Timbuktu sendiri memang ada, berada di Afrika Barat, tepatnya di negara Mali. Gue sendiri di sini ga menjelaskan panjang lebar sejarah Timbuktu, namun ingin memberikan sebuah video dokumenter yang bercerita tentang kota tua Timbuktu. Film ini bercerita tentang pencarian sejarah kota kuno Timbuktu dan rajanya yang terkenal, Kan Kan Mussa.

Film berdurasi 43 menit ini hanya tersedia dalam bahasa inggris dan tidak ada subtitlenya. Namun jangan kuatir, secara umum pembicaraanya bisa ditangkap dan di mengerti kok buat kamu yang awam bahasa inggris. Gue pribadi tidak mengalami kesulitan berarti dalam menerjemahkan film dokumenter ini.

Nah, buat kamu yang ingin menonton, ini link youtubenya:

Silakan menonton. Jangan lupa siapkan pop corn yah, hehehe