Format RAW Pada Fotografi: Perkenalan

Jika ditanya format apa yang digunakan untuk hasil foto kamera DSLR yang bagus, maka gue akan menjawab format RAW. Gue pernah menulis tentang perbedaan format RAW dan Jpeg, namun kali ini gue mau membahas lebih dalam tentang format RAW.

Format RAW pada fotografi sebenarnya adalah format mentah suatu foto. Format ini dikatakan ‘mentah’ karena format RAW sebenarnya merupakan digital negatives alias negatif foto dalam versi digital. Kalau kalian pernah berkenalan dengan fotografi analog, pasti mengetahui apa negatif foto.

 ic_BTV001

Seperti yang diketahui, Sebuah kamera DSLR mempunyai ‘internal image processing’ yang digunakan untuk memproses foto. Jadi setiap hasil foto yang kamu jepret dari kamera kamu itu sudah mengalami proses editing otomatis oleh kamera.

Format RAW tidak mengalami proses editing tersebut. Hasil foto dalam format RAW benar-benar murni hasil dari sensor digital yang langsung disimpan. Oleh karena file ini masih ‘mentah’, foto dalam format ini harus mengalami proses editing menggunakan software image editing (minimal mengubah dari format RAW menjadi jpeg). Gue pribadi menyukai format RAW karena format ini menyimpan banyak informasi foto, yang hilang jika kamu menyimpan foto dalam format Jpeg. Continue reading

Viva JKT48: Cerita biasa dengan fans yang seperti zombie

Sebenarnya gue bingung mau ngisi blog ini dengan materi apa. sudah lama ga terisi dan daripada berdebu, yah mending gue menulis sebuah review film saja. Film yang mau gue review ini adalah Viva JKT48. Ga, kalian ga salah denger, gue emang nonton film ini. Film ini adalah film Indonesia yang pertama kali gue tonton di Bioskop atas keinginan diri sendiri. Gue sadar kok nonton film ini :D.

Gue ga akan menceritain spoiler film ini, karena di 21Cineplex sendiri spoilernya sangat-sangat lengkap. Gue lebih tertarik untuk menceritain apa yang gue dapet setelah nonton film ini. Karena review ini based on my own perspective, so ga usah ngamuk-ngamuk kalo kalian ga suka.

Viva JKT48 merupakan film pertama dari JKT48 yang disutradari oleh Awi Suryadi. Sang sutradara mengatakan kalo film ini merupakan film keluarga dan berarti film ini bisa ditonton oleh siapa saja, termasuk gue yang sudah mulai sedikit dewasa ini.

Viva JKT48 merupakan film yang sederhana dengan plot yang sederhana. Gue sendiri melihat bahwa film ini sebenarnya masih banyak plot hole dimana sebenarnya bisa dijabarin lebih lagi di film ini. Namun mengingat film ini merupakan film keluarga, yah gue ga bisa ngomong banyak sih. Cuman jujur aja, film ini terlalu sederhana (kalo ga mau dibilang masih ‘mentah’). Continue reading