Membuat Foto Hitam Putih yang Menawan

Foto hitam putih terkadang bisa membuat sebuah foto menjadi terlihat lebih bagus, klasik dan menarik. Pada kamera digital, foto hitam putih yang dihasilkan tidaklah sepenuhnya hitam putih, lebih tepatnya grayscale. Ada banyak tips untuk menghasilkan foto hitam putih, Mulai dari teknik fisik hingga menggunakan teknik manipulasi foto.

Gue mau memberikan teknik manipulasi digital yang suka gue gunakan untuk membuat foto berwarna menjadi hitam putih. Oke, mungkin judul tips ini agak lebay, tapi gpp lah :p.

1. Pertama buka foto yang ingin dibuat menjadi hitam putih, jika foto kamu sudah hitam putih, maka bisa lanjut ke step 3.

2. Klik Image > Adjustment > Vibrance. Pada kolom saturation, geser slider ke kiri hingga mencapai -100. Lalu geser slider Vibrance ke kanan hingga mencapai 100 (atau bisa disesuaikan dengan selera pribadi)

3. Duplikasi layer foto dengan menekan CTRL + J. Pada jendela layer, pilih layer hasil duplikasi.

4. Pilih Filter > Sharpen > Unsharpe Mask, maka akan muncul jendela Unsharp Mask. Pada Amount, masukan 50%, Radius 16.0 dan thresold 0 (bisa disesuaikan dengan selera pribadi, silakan berexperimen).

5. Masih pada layer hasil duplikasi, pada jendela layer, ganti Layer blending dari Normal menjadi Overlay. Lalu pada kolom Opacity ubahlah dari 100% menjadi 70% (bisa juga bereksperimen dengan kolom ini)

Foto hitam putih pun sudah terpampang di layar monitor kamu :).

Format RAW Pada Fotografi: Bermain Dengan Exposure

Jika kemarin gue sudah membahas tentang White Balance, kini gue akan membahas keuntungan format RAW lainnya, yaitu lebih fleksibel untuk bermain Exposure. Eksposure itu bahasa singkatnya adalah jumlah cahaya yang ditangkap oleh sensor kamera pada saat pemotretan. Semakin banyak cahaya yang di terima oleh sensor, maka foto akan terlihat semakin terang, dan semakin dikit cahaya yang diterima oleh sensor, maka foto akan terlihat semakin gelap.

Exposure sendiri ditentukan oleh: Shutter Speed, Aperture dan ISO. Ketiga hal ini yang menentukan apakah foto yang dihasilkan cahayanya terang, pas atau gelap. Exposure biasanya dilambangkan dengan kode Ev dan ada 3 tingkatan exposure, yaitu: Normal Exposure, Under Exposure dan Over Exposure. Dalam kamera digital tampilan exposure sebagai berikut:

Nah, lalu apa hubungannya Expsoure dengan format RAW? seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, format RAW itu format ‘mentah’ dan karena itu kita bebas bermain dengan Exposure (lebih tepatnya tingkatan exposure seperti normal, under atau over). contohnya? misalnya, jika kamu memotret di ruangan yang kondisi cahayanya kurang dan dilarang menggunakan flash, maka apa yang akan kamu lakukan? umumnya kebanyakan orang akan menjawab menaikan ISO. Continue reading

Format RAW Pada Fotografi: Bebas Mengatur White Balance

Jika pada bagian sebelumnya sudah gue perkenalkan sekilas apa itu format RAW pada fotografi dan kekurangannya, maka kini gue akan membahas beberapa kelebihannya. Untuk beberapa kelebihannya akan dibagi menjadi beberapa postingan.

Kelebihan format RAW yang ingin gue bahas kali ini adalah: Bebas akan White Balance. Sebelum melangkah lebih jauh, gue akan membahas sedikit (aja) tentang White Balance. Pada fotografi, White Balance itu adalah penyeimbangan warna putih yang terwujud dalam temperature warna (sumber). Contohnya begini, cahaya yang dihasilkan oleh lampu Neon dengan lampu pijar itu berbeda, cahaya lampu neon umumnya berwarna putih dan cahaya lampu pijar berwarna kuning.

White_Balance

Fotografi itu sendiri adalah seni menangkap cahaya, jadi cahaya yang ada saat kamu melakukan pemotretan menjadi faktor yang penting bagi hasil foto. Pengaturan White Balance yang pas akan membuat warna foto terlihat sangat bagus. Continue reading

Format RAW Pada Fotografi: Perkenalan

Jika ditanya format apa yang digunakan untuk hasil foto kamera DSLR yang bagus, maka gue akan menjawab format RAW. Gue pernah menulis tentang perbedaan format RAW dan Jpeg, namun kali ini gue mau membahas lebih dalam tentang format RAW.

Format RAW pada fotografi sebenarnya adalah format mentah suatu foto. Format ini dikatakan ‘mentah’ karena format RAW sebenarnya merupakan digital negatives alias negatif foto dalam versi digital. Kalau kalian pernah berkenalan dengan fotografi analog, pasti mengetahui apa negatif foto.

 ic_BTV001

Seperti yang diketahui, Sebuah kamera DSLR mempunyai ‘internal image processing’ yang digunakan untuk memproses foto. Jadi setiap hasil foto yang kamu jepret dari kamera kamu itu sudah mengalami proses editing otomatis oleh kamera.

Format RAW tidak mengalami proses editing tersebut. Hasil foto dalam format RAW benar-benar murni hasil dari sensor digital yang langsung disimpan. Oleh karena file ini masih ‘mentah’, foto dalam format ini harus mengalami proses editing menggunakan software image editing (minimal mengubah dari format RAW menjadi jpeg). Gue pribadi menyukai format RAW karena format ini menyimpan banyak informasi foto, yang hilang jika kamu menyimpan foto dalam format Jpeg. Continue reading

[Tutorial] Meningkatkan Warna Pada Foto

Pernahkah mengalami dimana hasil foto kamu warnanya terlihat ga cerah? gue sering mengalami. Biasanya sih karena terburu-buru mengambil foto dan lupa untuk menyeting terlebih dahulu. Nah kalo kalian juga pengen foto kalian terlihat warnanya lebih menarik/cerah (atau apapun itu namanya), maka gue punya sedikit tips untuk meng-enhance warna pada foto.
  1. Buka foto yang ingin kita cerahkan warnanya
  2. Klik Layer > New Adjustment Layer > Vibrance. Pada Jendela New Layer, Klik OK.
  3. Perhatikan pada bagian kanan layar di jendela Adjustments. Pada Jendela tersebut, ada Vibrance dan Saturation. Masukan nilai Vibrance sekitar 50-60 dan Saturation sekitar 5-10
  4. Klik Layer > New Adjustments Layer > Curves. Pada Jendela New Layer, Klik OK.
  5. Lihat lagi di bagian kanan program. Pada Bagian Curves, pilihlah Medium Contrast. Kamu juga bisa bereksperimen dengan Light Contrast.
  6. Nah, sekarang warna foto kamu terlihat lebih ‘kuat’.
After

Before