Mengunjungi Kawasan Ekowisata Tangkahan

Beberapa minggu yang lalu gue mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kawasan ekowisata tangkahan yang berada di Langkat, Sumatera Utara. Perjalanan gue dimulai dari subuh hari, saat penghuni kota medan masih terlelap. Perjalan ke tangkahan cukup menyenangkan, terlebih ketika masuk ke kawasan perkebunan kelapa sawit, jalanannya hancur, sehingga berasa off-road, off-road dengan minibus Hi-Ace.

Gue dan rombongan sampai di Tangkahan sekitar jam 8 pagi. Kawasan ini terletak di daerah perkebunan kelapa sawit dan termasuk kawasan pergunungan Leuseur. Kawasan ekowisata Tangkahan masih alami, yah meskipun di sekitarnya lebih banyak perkebunan kelapa sawit.

sungai di kawasan tangkahan

sungai di kawasan tangkahan

Continue reading

Berpetualang di Kuala Lumpur: Day 1

Setelah menempuh perjalanan hampir selama 2 jam, akhirnya pesawat mendarat di KLIA 2. Di bandara ini ada yang jualan kartu perdana murah loh. Gue sendiri membeli kartu perdana seharga RM 25 dan mendapatkan 2 GB data serta pulsa RM 5. Kartu perdana gue tersebut ternyata punyanya operator Maxis, dimana punya sodara di Indonesia yaitu AXIS.

Cara ngedapetin kartu perdana juga gampang kok. Cukup serahin passport aja ke penjaga booth untuk di daftarkan ke operator telekomunikasi yang kalian pilih. Saran gue sih kalo kalian main ke Kuala Lumpur dan butuh koneksi internet, beli kartu perdana aja daripada aktifin roaming. Terkecuali kalo kalian emang orang yang sibuk kerjaan.

Tujuan pertama tempat wisata yang ingin dikunjungi adalah Batu Caves. Gue ga tau Batu Caves ini apa. Gue sama sekali buta tentang tempat wisata di Kuala Lumpur, buta situasi dan kondisi di sana.

Dari KLIA2, rombongan gue naik kereta (macam kereta bandara kualanamu) ke KL Center. KL Center ini semacam terminal terpadu (CMIIW) kereta di Kuala Lumpur. Dari KL Center, rombongan gue menuju ke Batu Caves menggunakan Kereta komuter (Gue akan menulis pengalaman naik komuneter ini di postingan terpisah). Continue reading

Berpetualang di Kuala Lumpur: Pre-departure

Kalau rejeki pasti ga kemana-mana. Itulah hal yang terjadi dengan gue. Sudah lama ingin ngeblog tentang jalan-jalan, eh dapet rejeki jalan-jalan ke luar negeri, tepatnya ke Kuala Lumpur. Petualangan gue disana selama 3 hari dan akan gue tulis di blog ini, bakal ada banyak postingan, hehehe.

Petualangan ini gue mulai dari sebelum keberangkatan di mulai. Pesawat yang bakal gue tumpangi terbang jam 6 pagi dan minimal gue harus siap di bandara minimal jam 4. Gue pun memutuskan untuk menginap saja di bandara.

Gue sampai di bandara Soeta terminal 2 sekitar jam 10an malam. Bandara penuh dengan orang (yaiyalah kalo sepi itu kuburan). Lebih tepatnya ramai dengan orang yang ingin pergi umroh dan para pengantarnya. Rieuh dah. Gue mencari-cari tempat untuk rebahan dan untungnya dapet.

Cukup unik melihat para pengantar orang yang ingin umroh ini, seperti layaknya wisata. Ada yang bawa termos air sampe rice cooker. Mungkin sambil nunggu, mereka makan-makan di bandara.

Terminal 2 baru lumayan sepi sekitar jam 11.30 malam. Para orang yang pergi umroh sudah banyak yang berangkat. Pengantarnya juga sudah pada pulang. Kondisi sudah sepi, dan kursi-kursi sudah mulai kosong. Gue segera mengincar satu deretan kursi panjang dan rebahan. Ada banyak orang yang sama kayak gue, menginap di bandara. Mulai dari orang lokal hingga orang interkolak a.k.a orang asing.

Gue lumayan bisa tidur walaupun sering bangun karena suara pengumuman. Tidur ayam istilahnya walaupun sebenarnya lebih tepatnya tidur sapi. Saat seperti gue malah kangen dedeklucuk. Damn you my brain. Continue reading

Jelajah Kota Purwakarta

Beberapa waktu yang lalu, gue menyempatkan diri menjelajah ke purwakarta. Sebenarnya lebih tepat dibiang sekedar mampir sih, karena cuman beberapa jam saja. Ceritanya mau get lost gitu lah, hehehe. Kenapa gue pilih Purwakarta? karena setelah gue selidiki kesana tidak membutuhkan uang yang banyak dan tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga gue ga perlu nginap.

Gue pergi kesana menggunakan kereta lokal Jakarta – purwakarta. Tarifnya murah, cuman 6000, dan perjalanan kesana memakan waktu 3 jam. Cukup lama karena Kerera lokal ini mulai dari cikampek hingga purwakarta selalu berhenti di setiap stasiun, dan juga terkadang disusul oleh kereta lain. Yah, namanya juga kereta lokal kelas ekonomi.

Sesampai di stasiun purwakata, gue menemukan tumpukan gerbong KRL yang sudah tidak terpakai lagi. Gerbong kereta ini dulunya digunakan sebagai KRL kelas ekonomi. Gue jadi kebayang waktu masih ada KRL ekonomi, dimana bisa naik tanpa karcis, gelantungan di pinggir jalan, melihat orang naik ke atap kereta, sebuah kenangan yang sempat terlupakan.

jelajah purwakarta

Jpeg

Setelah keluar dari stasiun gue memutuskan untuk makan siang, dikarenakan tuntutan cacing-cacing kremi di perut yang terus berdemo. Tidak jauh dari stasiun ada sebuah warteg. Gue mengisi perut dulu sebelum menjelajah. Continue reading

Menjelajah ke Curug Leuwi Hejo

Sebenarnya tidak ada niatan untuk berkunjung ke curug leuwi hejo. Awalnya hanya mengantar ade wawancara di daerah citereup, namun karena tidak menemukan tempatnya, akhirnya ade gue mengajak untuk jalan-jalan ke leuwi hejo. Sebelumnya beberapa hari yang lalu gue nonton acara di RTV, Indonesia banget, dimana ada Cikarina (member JKT48) yang berkunjung kesini. Ya sudah, akhirnya gue dan ade gue memutuskan pergi ke curug ini.

Gue mengambil jalan dari arah sentul masuk ke daerah gunung pancar, atau lebih dikenal daerah babakan madang. Ketika menelusuri daerah ini, gue tidak merasa asing, karena sudah beberapa kali menjejahai daerah ini. Ketika sampai di persimpangan dekat pintu masuk ke gunung pancar, gue mengambil arah ke leuwi hejo. Jalur yang gue ambil ini sangat berbahaya, jalanan yang rusak, sempit, berdebu, naik-turun dan curam. Pokoknya komplit lah ancurnya. Untung motor gue sudah sering menjelajahi daerah semacam ini

Cukup sulit menemukan daerah ini, mengingat jalur yang gue ambil ini medan off road. Namun akhirnya sampai juga di curug leuwi hejo. Daerahnya memang tersembunyi di bawah gunung pasir (?) dan lagi-lagi untuk turun ke bawah, jalananya sempit dan curam. weleh2, sing sabar. Continue reading