It’s So Hard to be a Superman

Nobody want to be loneliness..“, sebuah lagu mengalun menemani gue di malam yang dingin ini. Gue mencoba untuk menyalakan perapian, dimana hujan turun dengan begitu deras. Gue berjalan ke arah meja ruang tamu, dan mengambil sebuah frame foto, fotonya lois lane, mantan kekasih yang sekarang sudah tak berada di sisi ku lagi. Gue pun duduk dan terus memandangi foto itu. 
Gue pun menyalakan macbook pro gue dan mencoba untuk menulis sebuah berita. Namun jari ini tidak bisa diajak bekerjasama. Gue lalu bersandar ke bangku dan merenung, mengingat sebuah kisah tentang masa lalu.
Ah, lois lane. Gadis cantik yang dulu pernah menemani hari gue. Neng lois, masih ingatkah dirimu, pertama kali kita bertemu? kita bertemu di warung bakso pak parjo, dimana waktu itu gue lagi ga punya uang dan dirimu berbaik hati membayari bakso gue? ah sebuah kenangan yang indah. Atau mungkin kamu ingat kencan pertama kita dulu, di warung es kelapa? dirimu begitu maruk minum es kelapa hingga habis 5 gelas. ah, such a good memories..

Neng lois, mengapa engkau begitu tega meninggalkan gue. Padahal seperti lagu pasto, aku hanya pergi tuk sementara. Gue udah lama ga pulkam lois, gue kangen sama babe n enyak gue. Neng juga tau kalo planet gue udah pindah, bukan di krypton lagi, tapi agak jauhan dikit, gue aja masih bingung nyarinya, di googling ga ketemu. Kalo boleh jujur, gue itu nyasar. Untung gue ketemu songoku yang lagi pergi menuju planet namec. Kalo gue ga ketemu songoku, mungkin gue ga pernah ketemu itu planet new krypton.
why the world doesn’t need superman“. Ah, neng lois, mengapa engkau tega menulis artikel itu di koran warta kota? Apa dirimu marah karena gue ga pernah ngasih kabar ke dirimu?. Planet new krypton itu ga ada akses internetnya neng, jadi BB sama iphone gue disana ga berfungsi. Gue juga mencoba untuk mengirim surat, tapi gue baru nyadar, kalo disana juga ga ada kantor pos. Kirim lewat merpati? disana ga ada merpati, yang terbang manusia semua. Gue juga ga bermaksud seperti bang toyib, yang 3 kali lebaran ga pulang. Ciyus deh.
ah, lois lane, sekarang neng udah nikah dan punya anak. Gue bingung neng, trus gue harus ngapain? haruskah ku tunggu janda mu? gue bukan seperti eyang subur yang tukang ambil istri orang ataupun arya wiguna yang godain istri orang. Gue adalah gue, manusia yang punya sayap merah dan kolor merah.
Neng masih inget lagu pujangganya base jam? ku ingin kau tau, isi dihati ku. Gue kangen neng lois. Kangen makan somay bareng, kangen diingetin bangun pagi, kangen dimasakin indomie kalo kelaperan. Sekarang neng udah ga berada di sisi gue lagi, gue sedih. Masa superman jomblo?
Ah, mungkin ini takdir kita untuk tidak bersama. Superman itu banyak musuh. Si botak lex luthor yang selalu gangguin gue, atau si doomsday yang ga bisa mati itu, atau si joker yang psikopat itu? eh joker itu musuhnya batman deng, lupa gue. hehehe. Yah mungkin kejombloan gue ini berarti gue menjauhkan dirimu dari marabahaya.
Ah, lois lane, gue berharap dirimu bahagia bersama keluarga kecil mu.
Gue menghela nafas. Gue pun beranjak dan mencoba untuk mengisi gelas gue kembali. Baru minum 2 teguk, insting gue memperingati gue, bahwa ada bahaya yang mengancam metropolis. Gue pun langsung bergegas terbang.
Damn. It’s so hard to be a superman. It’s not easy to be me..

Sayonara, Jux

Pernah denger nama Jux? engga pernah? sama. Setidaknya itu yang gue alami sekitar 6 bulanan yang lalu. Jux itu layanan micro-blogging, semacam tumblr, blogger dan twiter dijadiin satu gitu. Gue menemukan Jux secara ga sengaja ketika lagi searching free blog. Gue sendiri menggunakan Jux untuk main domain gue (jonneh.web.id) menggantikan tumblr.
Jux itu simple, lo bisa masukin apa aja: foto, tulisan, bikin slideshow atau bahkan hanya bikin qoute doang. Jux tidak memiliki fitur themes, namun desainnya sendiri simpel dan elegan. Gue suka fitur slideshownya dimana gue menggunakannya untuk portfolio foto-foto gue. Jux mendukung custom domain, dimana lo bisa menggunakan domain lo sendiri, selain subdomain bawaan Jux.

Namun, kemarin gue baca email dari Jux, bahwa Jux akan ditutup. Menurut pendiri Jux, Jux kurang ‘menarik’ investor, dimana dalam dunia start-up, Investor merupakan ‘malaikat penolong’ untuk membantu financial hingga suatu start-up itu bisa menghasilkan uang. Contoh start-up yang sukses adalah facebook dan twitter, dimana mereka baru bisa menghasilkan uang setelah beberapa lama berdiri. Jux sendiri sebenarnya sudah mempunyai banyak anggota, namun ternyata hal itu juga belum cukup untuk menarik Investor. Pada akhirnya pendiri Jux memutuskan untuk menutup layanan ini.
Sebenarnya sangat disayangkan Jux tutup, karena fiturnya yang asik untuk membuat sebuah website ‘portfolio’. Namun apa hendak dikata, Jux tutup. Untuk saat ini gue kembali menggunakan Tumblr sebagai main website gue. Mungkin gue akan menghosting sendiri, entahlah. Belum ada ide untu ngedesain web.
Well, at least, thaks Jux for everything. Sayonara 🙂