weekend kemaren gw habiskan waktu minggat ke bandung, meninggalkan kepenatan kota jekardah yang sumpek. setelah menghabiskan 1 hari muter2 dibandung, akhirnya gw dan temen gw, mathias a.k.a mamat, memutuskan untuk ke tangkuban perahu. setelah mengisi ransum energi, dengan meminjam motor matic yang-gw-ragukan-apakah-kuat-sampe-kesana, kita berangkat ke tangkuban perahu. perjalanan dari bandung ke tangkuban perahu (yang-ternyata-baru-gw-sadar) di daerah subang menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam.
Kata pertama kali terucap dari mulut ketika sampe disana adalah “gw berada di atas awan!!”. takjub bin senang karena pertama kali gw merasa bahwa gw lebih tinggi dari awan. setelah mencoba jeprat-jepret awan2 tersebut, akhirnya dimulai petualangan menjelajahi gunung tangkuban perahu. suasana disana lagi sepi, karna hari kerja dan juga lagi puasa. hanya ada beberapa wisatawan, kebanyakan bule. dan sumpah bin ajaib, banyak bule wanita disana hanya memakai tanktop, kaos you-can-see, dan celana pendek. ajigile.

Tempat pertama yang gw kunjungi adalah kawah ratu. karena tangkuban perahu merupakan gunung aktif, maka di dasar kawah ini masih mengeluarkan asap dan bau belerang. cuman ga banyak yang bisa gw liat disini. oleh karena itu kita memutuskan untuk melihat kawah yang satu lagi.
kawah ratu, gunung Tangkuban Perahu 
Sepanjang perjalanan menuju kawah usap, gw merasa berada di dunia lain. bentuk tanah, pohon dan alam yang beda banget, membuat gw membayangkan kalo gw berada di planet lain (sepertinya kena efek nonton film John Carter).
ketika hampir nyampe di kawah usap, gw melihat suatu hal yang menarik, ada air keramat. akhirnya memutuskan ke air keramat dulu. jalan kesana cukup menguras tenaga, ditambah oksigen yang tipis dan karna emang jarang olahraga membuat kita ngos-ngosan. hadeehh.
ketika sampe di air keramat, sepi. ga ada orang lain disini. di daerah ini juga ada sebuah goa, yang engga-tau-apa-nama-goanya, tapi di muka goa ada dupa dan kembang 7 rupa, gw berpikir pasti ‘tempat kramat’. si mamat mencoba untuk masuk, namun karna gelap dan seaakan tidak berujung, membuat si mamat membatalkan niatnya. gw sendiri sih cuman duduk aja deket pos, capeee.. disitu juga si mamat minum air keramat. mudah2an ente kagak kenapa2 yah mat.. 😀
Melanjutkan petualangan kecil, kita menuju kawan usap. tampaknya daerah disini baru longsor, terlihat dari tertutupnya akses ke kawah usap. sedikit loncat-sana-loncat-sini, akhirnya sampe juga di kawah usap. kawah ini ternyata udah mati, setidaknya tidak tercium bau belerang disini. si mamat turun ke dasar kawah, dan gw hanya duduk di atas, lagi-lagi karena, capeee.. ada satu hal unik disini, ketika ternyata si mamat sadar bahwa ada orang lain di dasar kawah, sembunyi di pepohonan. hmmm„ ada apakah ini??
kawah usap, gunung Tangkuban Perahu 
Menjelang siang, ketika matahari tepat diatas kepala, kita beristirahat di gazebo di kawa usap. lumayan mengumulkan energi untuk pulang sambil melihat awan yang turun ke dasar kawah. setelah terkumpul cukup energi dan juga melihat awan yang sudah begitu menutupi langit, kita memutuskan untuk kembali ke pintu masuk. dan bener„ butuh energi yang extra buat jalan„ haisshh. walaupun cape, tapi menjadi suatu perjalanan yang asik.

Beberapa hari yang lalu gw trip ke jogja, ada acara kondangan. Lumayanlah sekalian liburan. Berangkat dari stasiun senen (yang hampir saja ketinggalan) menggunakan kereta ekonomi progo. Perjalanan yang bakal gw tempuh sekitar 800km itu memakan waktu 12jam-an. Wew, sungguh waktu yang lumayan untuk menetap di sebuah kaleng sarden jumbo.
Jam 9 kurang kaleng sarden jumbo itu mulai berjalan meninggalkan kota tercinta yang sumpeknya sama kayak kaleng sarden jumbo ini. Gw berharap disini muncul helikopter kayak film james bond jemput gw trus langsung ke jogja. Ok, gw yakin itu ga mungkin.

Perjalan ternyata mulai menyenangkan. Kalo kata iklan sarden (emang ada?) enjoy aja. Si kaleng sarden terus berjalan, dan hampir berhenti di setiap stasiun. Jam 12 kereta berhenti hampir 1 jam di stasiun cirebon. Entah kenapa, mungkin ingin memberi jalan kepada kereta lewat, atau mungkin masinisnya ketinggalan. Yoweis. Turun kereta bentar n menyempatkan foto2. tentunya sambil minum kopi susu hangat.
Kereta mulai memasuki daerah jogja jam 6 pagi. Sempetin moto stasiun yang lewat sekalian nge-tes kamera, apakah masih berbentuk kamera atau sudah berubah menjadi iphone.
Sampai di stasiun lempuyangan jam setengah 8 pagi. Menyempatkan waktu buat foto-foto sebentar.
Ga lama jemputan dateng dan mulai mencari makan pagi. Mampir di alun-alun jogja makan soto ayam. Hmm, setelah 12 jam didalam kaleng sarden akhirnya perut ke isi makanan juga. Ok, gw akuin, di kereta sebenarnya udah makan, tapi hampir 12 jam di dalam kaleng sarden jumbo dan kedinginan tentu aja butuh asupan gizi yang cukup untuk meneruskan perjalanan ini (OST Ebieth G Ade – Perjalanan ini).
Setelah menikmati soto ayam yang hangat, akhirnya diputuskan untuk ke penginapan dahulu baru jalan-jalan. Lumayan, istirahat sebentar dan mandi dulu supaya keren seperti daniel craig. Next destination: Prambanan!