Belajar Bahasa Asing Sedini Mungkin

Beberapa hari ini gue sedang asik belajar bahasa jepang dari sebuah buku mungil. Ada roman apa gue belajar bahasa jepang? Yah siapa tau gitu gue lagi jalan-jalan di pasar tradisional dekat rumah gue trus ketemu kojima haruna lagi jalan-jalan juga, kan gue bisa spik-spik gombal gitu.

Oke, alasan diatas sangat absurd. Sebenarnya gue belajar bahasa jepang ini untuk mengisi waktu kalo lagi jaga warung. Karena jika siang hingga sore, semua meja di warung telah dibooking pelanggan setia warung, gue ga bisa sentuh laptop tercinta. Untuk mengisi aktifias, ya gue belajar aja basa jepang, kebetulan juga cuman ada buku ini di rumah, dan milik ade gue.

Buku mungil berjudul “Lancar Ngomong Jepang dari nol” ini berbentuk buku saku, sepertinya ditujukan untuk orang yang ingin traveling ke sana (kapan yak gue bisa nyangsang di jepang?). Buku ini kebanyakan mengajarkan percakapan yang dibutuhkan untuk survive disana. setiap pembelajaran ada 3, tulisan jepang, bahasa jepang yang ditulis dalam latin (tulisan romaji) dan artinya dalam bahasa indonesia. Lumayan untuk menambah ilmu gue, meski gue juga bingung mo praktekin ke siapa? Read More

Merasa Tidak Pintar? Jadilah Orang yang Kreatif

Beberapa waktu yang lalu gue membaca sebuah artikel yang mengulas tentang Google Plus, jejaring sosial milik Google. Lalu gue pun berpikir, kenapa Google Plus kalah saing dengan Facebook? Padahal banyak para ahli yang berkata bahwa Google Plus lebih bagus daripada Facebook?

Gue mencoba menganalisa dan mengambil sebuah keputusan, bahwa Facebook lebih kreatif daripada Google Plus. kenapa bisa begitu?

Google terdiri banyak orang-orang pintar dan hasilnya juga sangat bagus. Google Plus memiliki beberapa kelebihn dibanding Facebook seperti adanya circle (sebuah konsep pengelompokan teman dimana kamu bisa memisahkan antara teman kerja dan keluarga), Google Hangout yang bisa membuat kamu bisa teleconference dengan teman,dsb. Sebuah konsep yang pintar. Namun ternyata itu tidak cukup menarik minat banyak orang.

Facebook (Dahulu) konsepnya lebih sederhana, namun mengena tepat kesasaran. Facebook benar-benar memposisikan dirinya sebagai jejaring sosial dimana menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dan memberikan fitur-fitur yang mendukung seperti Upload foto, fitur berdikusi (grup), games, dsb. Tidak ada fitur yang rumit di Facebook.

Lalu kenapa Facebook bisa mengalahkan Google Plus?. Kuncinya adalah kreatifitas Facebook dalam menggarap jejaring sosial. Google Plus menawarkan banyak fitur baru, canggih namun ternyata tidak begitu mendapat perhatian banyak orang awam. Facebook, di lain sisi memberikan fungsi dasar dalam kebutuhan sosial manusia dan tidak memasukan fitur-fitur rumit. Dan ini berhasil menggaet minat orang awam. Google Plus tidak terlalu fokus dalam hal kebutuhan sosial. Read More