Review

Kali ini gw mau membahas tentang ZeroNet. ZeroNet adalah sebuah jaringan decentralized web berbasis teknologi P2P dan Bitcoin Crypto. Jika pada umumnya ketika kita berselancar sebuah situs dengan terhubung ke sebuah server, maka ZeroNet berlaku sebaliknya, kita terhubung ke sebuah peer dari jaringan P2P. Karena ZeroNet berbasis P2P, maka semua kendali ZeroNet ada di masing-masing pengguna ZeroNet.

Kalau kamu pernah menggunakan TOR, maka ZeroNet hampir mirip dengan website berbasis TOR, bedanya Untuk mengakses ZeroNet diperlukan software ZeroNet dan kita bisa menggunakan browser apa saja. ZeroNet tidak menawarkan fitur anonim, meski ZeroNet bisa menggunakan jarigan TOR.

Saat pertama kali menggunakan ZeroNet, kamu akan dihadapkan dengan halaman seperti gambar dibawah ini.

Buat pemula di ZeroNet, kamu bisa menggunakan ZeroSites sebagai awal memulai penjelajahan di dunia ZeroNet. ZeroSites ini seperti sebuah Homepage semacam Yahoo jaman awal-awal. Pada halaman ZeroSites ada daftar situs ZeroNet terpopuler yang dibagi kedalam beberapa kategori. Kamu tinggal pilih kategori yang ingin kamu mau baca/ikuti.

Tampilan ZeroSites

Ada banyak situs di dalam ZeroNet, mulai dari blog pribadi, situs berita, forum, hingga (ehem) situs NSFW. Karena itu bijak lah berselancar di ZeroNet, hehehe.

contoh situs pada ZeroNet

contoh situs pada ZeroNet

Oya, situs dalam ZeroNet tidak dalam bentuk url seperti www dot blablabla dot com, tetapi sebuah alamat berbasis teknologi bitcoin, seperti http://127.0.0.1:43110/1CiDoBP8RiWziqiBGEd8tQMy66A6fmnw2V. Ada juga sistem URL berbasis dot bit yang hanya bisa digunakan di dalam jaringan ZeroNet, seperti http://127.0.0.1:43110/Sites.ZeroNetwork.bit/.

ZeroNet juga menawarkan beberapa situs seperti ZeroBoard (sebuah message board semacam 4chan), ZeroTalk, ZeroBlog (untuk membuat blog di ZeroNet), ZeroMail dan ZeroMe (social network seperti twitter).

Kelebihan ZeroNet

Salah satu kelebihan ZeroNet adalah sifatnya yang decentralized. Konsep ZeroNet adalah membagi (mengunduh) sebuah situs ke setiap pengguna yang mengakses situs tersebut, sehingga sebuah situs akan bersemayam di setiap pengguna ZeroNet yang mengakses sebuah situs. Dengan demikian, ZeroNet akan kebal dengan pemblokiran akses (karena tidak mempunyai alamat IP server) hingga request take down.

Karena sifatnya yang decentralized juga, ZeroNet juga digunakan oleh beberapa penduduk negara yang menerapkan pemblokiran akses internet ketat, semacam China, untuk mempublish/membaca sebuah informasi. Pada Zeronet, gw menemukan cukup banyak situs berbahasa china di ZeroNet.

Kelebihan lain dari ZeroNet adalah, kendali ada di tangan pengguna. Jika ada sebuah situs yang memerlukan sesuatu akses/fitur, maka ZeroNet akan meminta persetujuan dari pengguna, apakah mengijinkan atau tidak. Dengan demikian, pengguna mengetahui hal apa saja yang terjadi di dalam sebuah situs ZeroNet.

meminta persetujuan pengguna

Meskipun saat ini gw belum menemukan ide untuk membuat sesuatu dalam ZeroNet, namun potensi yang diberikan oleh ZeroNet sangat menarik, mulai dari ide bagus hingga ide yang tidak bagus. Mungkin suatu saat nanti jika cencorship di Indonesia makin ketat, maka gw akan menggunakan ZeroNet dalam kehidupan gw sehari-hari.

Pada update Windows 10 terbaru, windows menyertakan native openSSH client. Dengan adanya native client ini, maka pengguna Windows 10 tidak memerlukan lagi aplikasi pihak lain, seperti putty, untuk melakukan koneksi lewat SSH.

Untuk bisa mendapatkan aplikasi ini, maka kamu harus melakukan update Windows terbaru dahulu. Setelah itu, bisa mendapatkan aplikasi ini di Settings -> Apps & Features -> Manage optional features -> Add a feature lalu pilih OpenSSH Client (Beta) dan klik install. Tunggu beberapa saat untuk Windows melakukan instalasi aplikasi.

install OpenSSH Client

Sewaktu gw install, command SSH belum di deteksi oleh Command Prompt, namun di Windows PowerShell sudah bisa. Kamu harus melakukan restart komputer terlebih dahulu supaya bisa memanggil command ssh di Command Prompt.

ssh pada Command Prompt

Meskipun saat ini Windows 10 sudah mendukung ssh, namun gw tetap menggunakan Putty untuk koneksi ssh karena Putty memiliki fitur ‘simpan password’ dimana gw memudahkan gw untuk login. Namun jika nanti gw punya mesin lain berbasis Windows 10, gw mungkin akan menggunakan native client ssh bawaan Windows 10.

Perlu kamu ingat, native SSH client di Windows 10 masih versi beta, saat ini 0.10, jadi ada kemungkinan adanya bug atau fitur yang terbatas.